Menggunakan Metode Pengkodean Unik (NCS dan UNSPSC) dalam Supply Cataloguing untuk Menghindari Duplikasi

Permasalahan duplikasi data dalam proses supply cataloguing sering kali dianggap sepele, namun dampaknya bisa sangat merugikan bagi perusahaan

Permasalahan duplikasi data dalam proses supply cataloguing sering kali dianggap sepele, namun dampaknya bisa sangat merugikan bagi perusahaan. Kehadiran data yang sama dalam katalog dapat mengakibatkan kesalahan dalam pengadaan, penentuan harga yang tidak konsisten, dan penggunaan yang tidak efisien. Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang pentingnya menggunakan metode pengkodean unik dalam supply cataloguing, terutama dengan menerapkan metode NCS (NATO Codification System) dan UNSPSC (United Nations Standard Products and Services Code).

Mengapa artikel ini penting untuk Anda, para profesional yang terlibat dalam proses supply cataloguing? Karena melalui artikel ini, Anda akan memperoleh pemahaman yang mendalam tentang bagaimana menghindari duplikasi data yang merugikan perusahaan Anda. Kami akan menjelaskan secara rinci tentang metode pengkodean unik menggunakan NCS dan UNSPSC, serta bagaimana metode ini dapat memastikan keakuratan, efisiensi, dan efektivitas dalam supply cataloguing.


Menggunakan Metode Pengkodean Unik (NCS dan UNSPSC) dalam Supply Cataloguing

1. Permasalahan Duplikasi Data dalam Supply Cataloguing

Permasalahan duplikasi data dalam proses supply cataloguing sering kali terjadi karena kurangnya standar pengkodean yang jelas atau ketidaktelitian dalam penginputan data. Hal ini dapat mengakibatkan kesalahan dalam pengadaan, pengelolaan persediaan yang tidak efisien, dan ketidakakuratan informasi yang berdampak pada keputusan bisnis yang salah. Dengan mengadopsi metode pengkodean unik, seperti NCS dan UNSPSC, perusahaan dapat menghindari masalah duplikasi data ini.

2. NCS (NATO Codification System)

NCS (NATO Codification System) adalah sistem pengkodean unik yang dikembangkan oleh NATO untuk memfasilitasi pertukaran informasi logistik antara anggota NATO dan mitra internasionalnya. Sistem ini menggunakan kode numerik yang terdiri dari 13 digit untuk mengidentifikasi setiap item dalam katalog. Kode ini mencakup informasi seperti negara pengguna, kelompok produk, dan atribut khusus lainnya. Penggunaan NCS dalam supply cataloguing memastikan keseragaman dan keseragaman dalam pengkodean, mengurangi kemungkinan duplikasi data, dan memfasilitasi pertukaran informasi logistik yang efisien.

3. UNSPSC (United Nations Standard Products and Services Code)

UNSPSC (United Nations Standard Products and Services Code) adalah sistem pengkodean unik yang dikembangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengklasifikasikan produk dan layanan secara global. Sistem ini menggunakan kode numerik yang terdiri dari 8 digit untuk mengidentifikasi kategori dan subkategori item. Penggunaan UNSPSC dalam supply cataloguing memungkinkan perusahaan untuk menggunakan standar pengkodean global yang dapat dikenali oleh pemasok dan pelanggan di seluruh dunia. Hal ini membantu menghindari duplikasi data dan meningkatkan efisiensi dalam supply chain.

4. Manfaat Menggunakan Metode Pengkodean Unik dalam Supply Cataloguing

  • Mencegah Duplikasi Data: Penggunaan metode pengkodean unik seperti NCS dan UNSPSC secara signifikan mengurangi kemungkinan duplikasi data dalam supply cataloguing. Dengan kode unik untuk setiap item, perusahaan dapat dengan mudah mengidentifikasi item yang sama dan memastikan bahwa item atau komponen yang sama tidak diakuisisi secara berlebihan.

  • Meningkatkan Keakuratan Persediaan: Dengan metode pengkodean unik, perusahaan dapat memantau persediaan dengan lebih akurat. Kode unik memungkinkan identifikasi yang tepat dan penghitungan persediaan yang lebih akurat, mengurangi kesalahan dalam proses inventarisasi, dan memastikan ketersediaan persediaan yang optimal.

  • Meningkatkan Efisiensi Operasional: Dengan menghindari duplikasi data, perusahaan dapat mengoptimalkan proses pengadaan, mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mencari dan memverifikasi informasi, serta mengurangi kesalahan dalam pengelolaan persediaan. Hal ini berdampak pada peningkatan efisiensi operasional secara keseluruhan.

Solusi Supply Cataloguing dari Panemu

Panemu, sebagai penyedia solusi supply cataloguing terkemuka, dapat membantu perusahaan Anda mengatasi permasalahan duplikasi data dan meningkatkan efisiensi operasional. Kami mempersembahkan SCS (Spares Cataloguing System), sebuah aplikasi yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan katalog perusahaan.


Pelajari Lebih Lanjut Tentang Spares Cataloguing System, Klik Di Sini

SCS memiliki fitur-fitur lengkap yang memastikan proses cataloguing yang efektif. Aplikasi ini mengadopsi standar kualitas data ISO 8000, klasifikasi NATO Supply Classification, dan kodifikasi NATO Codification System serta United Nations Standard Products and Services Code (UNSPSC). Dengan SCS, perusahaan Anda dapat memastikan kebersihan dan keakuratan data katalog, menghindari duplikasi data, dan mengoptimalkan pengadaan.

Selain itu, Panemu memiliki tim kataloger yang handal dan berpengalaman yang siap membantu Anda dalam implementasi dan penggunaan SCS. Tim kami dapat memberikan panduan yang tepat untuk proses pengkodean unik dan pengelolaan katalog yang efektif sesuai dengan sistem yang diterapkan dalam perusahaan Anda. Kami telah dipercaya oleh berbagai perusahaan di Indonesia dan terus berinovasi untuk memberikan solusi terbaik.

Dalam kesimpulan, penggunaan metode pengkodean unik, seperti NCS dan UNSPSC, dalam supply cataloguing merupakan langkah penting untuk menghindari duplikasi data yang merugikan perusahaan. Metode ini membantu memastikan keakuratan, efisiensi, dan efektivitas dalam proses cataloguing.

Panemu, sebagai penyedia solusi supply cataloguing terpercaya, dapat menjadi mitra Anda dalam mengimplementasikan metode pengkodean unik dan meningkatkan efisiensi operasional. Kami hadir dengan SCS, aplikasi terbaik untuk supply cataloguing, serta tim kataloger yang handal untuk membantu Anda dalam proses implementasi.