5 Tahapan Design Thinking

Ada 5 Tahapan dalam Design Thinking: 1. Empathize, 2. Define, 3. Ideate, 4. Prototype, 5. Test

Mendefinisikan Kembali Design Thinking: Sebuah Jalan Menuju Inovasi

Konsep Design Thinking muncul pada tahun 1980, dipelopori oleh Rolf Faste dan seorang Profesor Stanford, sebagai sebuah metode untuk mendorong pemecahan masalah secara kreatif. Tidak seperti gagasan konvensional tentang desain yang hanya berkisar pada estetika atau keahlian, Design Thinking berdiri sebagai pendekatan formal yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah dengan tujuan eksplisit untuk meningkatkan hasil di masa depan.

Mengapa Harus Menerapkan Design Thinking?

Umumnya, desain disalahartikan hanya sebagai eksekusi teknis yang memprioritaskan keinginan pencipta daripada pengguna akhir. Namun, Design Thinking melampaui pandangan terbatas ini, menawarkan kerangka kerja yang dapat diakses oleh semua orang, menumbuhkan pola pikir yang memprioritaskan kebutuhan pengguna di atas kebutuhan desainer.

Pertimbangan Utama dalam Design Thinking
  • Kebutuhan Pelanggan: Memahami permintaan dan preferensi pengguna akhir.
  • Tujuan Sistem: Menyelaraskan upaya desain dengan tujuan menyeluruh.
  • Menyeimbangkan Kebutuhan dan Keuntungan: Memastikan solusi memenuhi kebutuhan pengguna sekaligus layak secara finansial.
Proses Design Thinking:

5 Step Design Thinking

Design Thinking berkembang melalui tahapan-tahapan yang berbeda, membentuk kontinum pemecahan masalah yang lancar:

1. Empathize:

Stages of design thinking

Mendalami pengalaman pengguna, termasuk aspek emosional, untuk memahami perspektif mereka sepenuhnya. Hal ini memerlukan pengesampingan prasangka dan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan pengguna.

2. Define: 


Memadukan pengamatan dari tahap empati untuk mengartikulasikan masalah inti. Pernyataan masalah dibingkai dalam kerangka kebutuhan manusia, dengan menekankan resonansi emosional.

3. Ideate: 

Stages of design thinking

Menghasilkan beragam ide dalam menanggapi masalah yang telah ditetapkan. Ide-ide dieksplorasi, disempurnakan, dan diuji untuk menemukan solusi yang optimal.

4. Prototype: 

Stages of design thinking

Menciptakan representasi nyata dari solusi yang diusulkan untuk pengujian dan evaluasi internal. Fase eksperimental ini bertujuan untuk mengidentifikasi solusi yang paling efektif.

5. Test: 

Stages of design thinking

Berbagi prototipe dengan tim internal dan mengumpulkan umpan balik dari pengguna. Wawasan yang diperoleh membantu dalam menyempurnakan produk dan menilai kelayakannya.

Kesimpulan: Memajukan Inovasi melalui Design Thinking

Design Thinking adalah kerangka kerja yang fleksibel yang dapat beradaptasi dengan berbagai skenario pemecahan masalah. Kerangka kerja ini menekankan solusi yang berpusat pada pengguna dan menumbuhkan pemahaman holistik tentang kebutuhan, emosi, dan perilaku pengguna. Dengan menerapkan Design Thinking, organisasi dapat membuka jalan baru untuk inovasi dan pengembangan produk, mendorong perubahan yang berarti dalam prosesnya.

Jasa UIUX Indonesia